FGD BMIWI Bahas Kurikulum Pelatihan Madrasah Keluarga Sakinah untuk Generasi Emas
JAKARTA – Bidang Pendidikan Pengurus Pusat Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) secara daring pada Jumat (14/3/2025). Acara bertajuk "Merajut Keluarga Sakinah Mempersiapkan Generasi Emas" ini menjadi wadah untuk membahas penyusunan Kurikulum Pelatihan Madrasah Keluarga Sakinah (MKS), yang diharapkan menjadi panduan bagi keluarga Muslim Indonesia dalam membentuk generasi unggul berlandaskan syariat Islam.
FGD ini dibuka secara resmi oleh Ketua Presidium BMIWI Periode 2024-2025, Dr. Reny Susilowati Latip, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai madrasah pertama dalam mencetak generasi emas yang berakhlak karimah.
Menurutnya, keluarga sakinah adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan bermartabat. Melalui kurikulum ini, pihaknya berharap dapat memberikan panduan konkret bagi keluarga Muslim.
Kurikulum Pelatihan Madrasah Keluarga Sakinah yang menjadi inti pembahasan memiliki prinsip-prinsip umum yang berbasis syariat Islam. Segala aspek dalam kurikulum—mulai dari falsafah, tujuan, kandungan, metode pengajaran, hingga hubungan antarindividu—didasarkan pada ajaran Islam.
Kurikulum ini upaya sistematis untuk memastikan keluarga mampu menjalankan fungsinya sebagai tempat pendidikan pertama yang selaras dengan nilai-nilai syariat.
Kurikulum ini juga memuat beberapa nilai utama yang menjadi landasan penyusunannya. Pertama, mengarah ke tujuan, di mana setiap aktivitas pelatihan dirancang untuk mencapai tujuan yang berpijak pada ketauhidan dan akhlak mulia.
Kedua, relevansi, menyesuaikan isi kurikulum dengan kebutuhan peserta, baik secara individu maupun sosial, serta sesuai dengan tantangan zaman sekarang dan masa depan. Ketiga, fleksibilitas, memberikan ruang gerak bagi peserta dan pengajar untuk beradaptasi dalam pelaksanaan maupun pengembangan pembelajaran.
Selanjutnya, nilai integritas menekankan pentingnya membentuk manusia seutuhnya yang mampu menyeimbangkan dzikir dan pikir, serta harmoni antara kehidupan dunia dan akhirat.
Efisiensi menjadi nilai lain yang ditekankan, yakni memanfaatkan sumber daya seperti waktu, tenaga, dan dana secara optimal untuk mencapai hasil terbaik. Terakhir, kontinuitas dan kemitraan memastikan kurikulum tersusun secara berkelanjutan dan saling terkait dengan elemen lainnya, menciptakan kesinambungan dalam proses pembelajaran.
Acara ini menghadirkan narasumber berkompeten yang memperkaya diskusi. Dr. Indah Namira Sari, S.Ag., M.Ed., membahas “Urgensi Penyusunan Modul Kurikulum Madrasah Keluarga Sakinah”, menyoroti perlunya panduan terstruktur untuk mendukung keluarga dalam mendidik anak.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si., Guru Besar IPB University sekaligus Ketua Umum Koalisi Nasional Perlindungan Keluarga (KNPK) Indonesia, mengupas tema “Komunikasi dan Musyawarah dalam Keluarga & Manajemen Konflik dalam Keluarga”. Ia menekankan pentingnya komunikasi efektif dan musyawarah sebagai kunci harmoni keluarga.
Narasumber lainnya, Dr. Iin Kandedes, M.A., dari Presidium BMIWI, membawakan materi “Konsep Dasar Keluarga Sakinah & Pembinaan Anak-anak yang Salih dan Salihah”.
IIn menggarisbawahi bahwa keluarga sakinah tidak hanya berfokus pada kebahagiaan duniawi, tetapi juga membimbing anak-anak menuju kesalehan. Diskusi ini dipandu oleh Radhiya Bustan, M.Soc.Sc.Psi., yang dengan apik memoderasi jalannya acara.
Peserta FGD yang terdiri dari anggota BMIWI, akademisi, dan praktisi pendidikan tampak antusias mengikuti sesi ini. Diskusi interaktif menghasilkan berbagai masukan berharga untuk penyempurnaan kurikulum, termasuk penyesuaian metode pelatihan agar lebih aplikatif di tengah dinamika keluarga modern.
Acara ini menjadi langkah awal BMIWI dalam mewujudkan visi keluarga sakinah sebagai pilar utama pembangunan generasi emas Indonesia.
Kurikulum Pelatihan Madrasah Keluarga Sakinah diharapkan mampu menjadi solusi bagi tantangan pendidikan keluarga di era digital. Kegiatan ini ditutup dengan komitmen untuk melanjutkan pengembangan kurikulum dan menggelar pelatihan serupa di masa mendatang. (ybh/bmiwi)